(Dok:Istimewa)
Oleh : Imam Syarifuddin*
Kuliah di perguruan tinggi sejatinya tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan nilai diri agar diterima di perusahaan ternama. Pendidikan tinggi bukan sekadar pencarian ijazah untuk memudahkan perjalanan karier, meskipun ijazah itu penting sebagai bentuk pengakuan dari institusi pendidikan.
Lebih dari itu, yang jauh lebih berharga adalah ilmu pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama masa kuliah. Umumnya, mahasiswa berusia dua puluhan, di mana banyak ahli psikologi berpendapat bahwa pemikiran mereka mulai matang pada usia tersebut.
Dari sudut pandang psikologis, sangat disayangkan jika pemikiran yang sudah mulai matang tidak diperkaya dengan ilmu pengetahuan dan beragam perspektif dari isu-isu ilmiah. Memang, ilmu pengetahuan tidak hanya diperoleh di perguruan tinggi, namun ada banyak pengalaman dan wawasan unik yang tidak dapat ditemukan di luar lingkungan akademis.
Pengalaman hidup di kampus, tugas-tugas yang terkadang tampak tidak masuk akal, serta interaksi dengan sesama mahasiswa yang peduli akan keadilan sosial, semuanya memberikan pelajaran berharga. Namun, stigma negatif yang sering menghantui mahasiswa, seperti anggapan bahwa kuliah hanya akan mengantarkan mereka menjadi buruh atau petani, bisa merusak semangat kaum muda.
Jika kita mempertanyakan profesi petani, apakah itu dianggap hina? Banyak ulama menyatakan dalam kitab Al-Mukhtar Minal Bulughil Marom bahwa "sebaik-baiknya pekerjaan adalah pekerjaan yang dilakukan dengan tangan sendiri." Berbagai tafsir menunjukkan bahwa pekerjaan petani memiliki nilai yang tinggi, karena manfaatnya yang luas.
Pekerjaan petani memberikan manfaat bagi semua makhluk hidup, termasuk hewan dan manusia, yang memperoleh hasil pertanian seperti padi dan tanaman lainnya.
Bagi para mahasiswa yang tengah menuntut ilmu, selesaikanlah studi dengan semangat, tanpa menghiraukan stigma-stigma tersebut. Ingatlah bahwa yang lebih penting adalah ilmu pengetahuan. Jika ilmu sudah terpatri dalam jiwa, maka Allah akan mengangkat derajatnya di sisi-Nya.
Tuhan menjanjikan banyak hal kepada para pencari ilmu, sebagai bukti bahwa Dia memuliakan mereka yang semangat dalam menuntut pengetahuan. Perhatian dan partisipasi Tuhan akan selalu ada bagi mereka yang cinta ilmu.
#Penulis Merupakan Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-qur'an dan Tafsir Sekaligus Ketua Forum Kajian Insan Cita IAIN Madura

%20(2)%20(1)%20(1).png)
0 Komentar