Acara yang digelar di Aula Graha Insan Cita IAIN Madura ini mengangkat Tema Refleksi Perkembangan FKI Tahun 2005 dan 2019 dengan mendatangakan Kanda Maimun sebagai Pemateri dan dipandu langsumg oleh Dinda Denny sebagai moderator.
Ketua Umum FKI, Ahmadi memaparkan bahwa FKI merupakan suatu wadah pertama perkaderan di HMI IAIN Madura yang titik fokusnya mengembangkan kemampuan intelektual para kader dan mengembangkan minat yang dimiliki.
"FKI merupakan kepegurusan Semi Otonom yang ranahnya yaitu menjalankan kajian", ungkap Adi sapaan akrabnya.
Adi berharap, roda organisasi tetap berjalan sesuai dengan ketentuan dan hakikatnya, persoalan dan perbedaan pandangan bukan alasan untuk tidak berproses secara maksimal, melainkan harus dijadikan sebagai suntikan semangat dalam berpikir dan dan bertindak secara akal normal.
"Untuk melanjutkan estafet kepengurusan di FKI jangan sampai patah semangat ketika dibenturkan dengan konflik," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Komisariat Insan Cita IAIN Madura, Ali Makki menjelaskan bahwa secara garis struktural organisasi FKI kedudukannya Semi Otonom tetapi secara kontribusi tersubur komisariat dalam menyumbang perkembangan intelektual para kader dalam meningkatkan kualitasnya.
"Walaupun FKI Semi Otonom tapi dampaknya sangat besar terhadap komisariat karena ujung tombak pengkaderan," paparnya.
Lebih lanjut, Makki menambahkan bahwa proses FKI periode tahun ini butuh tenaga yang ekstra, sebab mereka dibentuk pada saat kampus sudah menerapkan kuliah daring sehingga dalam melaksanakan prokernya harus curi-curi waktu dan tempat, bahkan yang hadir pada kajian bisa dihitung dengan jari karena mereka terhalang tempat yang begitu jauh.
"Melaksanakan program kerja di masa pandemi merupakan suatu anugerah besar karena harus mampu menggerkkan rasa semangat pengurus di masa yang penuh aturan keta," tambahnya.
Ia berpesan, kader FKI harus bangun rasa solidaritas yang tinggi, perbedaan yang terjadi tidak mampu menjadi penghalang proses perkaderan di FKI sendiri.
"Jadikan FKI sebagai rumah ternyaman, kemanapun kita berkiprah harus ingat jalan pulang." pungkasnya.
Reporter: Junaidi
Redaktur: Kholisin


0 Komentar