Ramadhan Sebagai Momentum Rekonsiliasi Sosial dan Politik di Indonesia

 


Oleh: Moh Akmal Firdaus

Di tengah polarisasi politik yang kerap terjadi, Ramadhan bisa menjadi ruang refleksi bagi para pemimpin dan masyarakat untuk menurunkan ego, menjalin kembali silaturahmi, serta membangun komunikasi yang lebih sehat.

Karena banyak dari masyarakat, ketika sudah beda pilihan, entah yang memilih pihak kanan atau pihak kiri, ketika dari salah satu figur yang kalah pasti akan terasa malu dan sakit hati, sehingga dengan adanya perbedaan dari pemilihan bukannya menjadi persatuan melainkan menjadi perpecahan. 

Tibalah pada bulan dimana alqur'an pertamakali diturunkan, sebuah bulan yang sangat mulia bagi umat islam.  Iftar bersama, santunan, dan kegiatan sosial lainnya bisa menjadi jembatan bagi pihak-pihak yang sebelumnya berseberangan untuk kembali duduk bersama.

Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga momentum rekonsiliasi sosial dan politik di Indonesia. Dalam suasana yang penuh dengan nilai kesabaran, keikhlasan serta saling memaafkan, khususnya umat Islam diajak untuk menata kembali hubungan, baik secara pribadi, sosial, maupun dalam konteks kebangsaan.

Semangat persatuan yang diajarkan dalam Ramadhan seharusnya menjadi inspirasi bagi kita semua dalam membangun Indonesia yang lebih harmonis. Jika perbedaan dapat dikelola dengan baik selama Ramadhan, maka tidak ada alasan untuk tidak melanjutkannya di bulan-bulan berikutnya.


#Penulis Merupakan Kader HMI Komisariat Insan Cita Sekaligus Mahasiswa IAIN Madura. 

Posting Komentar

0 Komentar